Oke, yang pertama musti dipahami adalah apa dan mengapa kok musti melakukannya, padahal konsekuensi untuk melakukan hal ini adalah membayar jasa autoresponder setiap bulan. Sekitar $17-an.
( sorry deh kalau ngomong autoresponder yang gratisan saya sudah tidak minat. Terlalu banyak kenangan buruknya)
Dalam ‘bahasa anak SD’-nya, list building merupakan suatu kegiatan untuk mengumpulkan nama dan email melalui website yang kita miliki. Biasanya halaman untuk meng-capture nama dan email ini disebut dengan opt-in page.
Nah, mengapa kok musti repot – repot meminta nama dan email dari pengunjung website kita segala…? Kok tidak langsung jualan saja… ada barang, ada uang, terjadi transaksi kan sudah beres…
Well, tujuan utama dari list building ini tidak lain dan tidak bukan adalah membangun sebuah bisnis (bukan sekedar cari uang saja) yang bersifat jangka panjang.
Ilustrasinya begini, misalkan anda mempunyai sebuah website yang menawarkan sebuah produk. Di website tersebut anda sediakan opt-in page sehingga pengunjung (atau prospect) bisa meninggalkan nama dan emailnya.
Katakanlah… prospect tersebut tidak berminat membeli produk anda (sekarang), namun dengan memiliki nama dan emailnya, anda masih bisa mengkontaknya di kemudian hari. Entah untuk menawarkan produk lain yang serupa atau untuk mem-follow up.
Namun sayangnya banyak orang, termasuk saya, ketika masih awal – awal mengerjakan internet marketing ini terjebak oleh sebuah model atau paradigma yang keliru seputar list building. Mayoritas buku atau ebook menulis hal yang serupa tentang list building ini, sehingga tidak heran kalau dengar istilah list building pasti yang ada di benak para marketer ini adalah model seperti ini :
PENGUNJUNG –> WEBSITE (OPT-IN) –> NAMA & EMAIL DIDAPAT –> KIRIM FOLLOW UP EMAIL
Padahal kalau modelnya seperti ini sebenarnya disebut dengan Prospect List. Disebut dengan prospect karena yang meninggalkan nama dan email ini BELUM membeli produk anda.
Tapi kalau modelnya seperti ini, namanya adalah Customers List karena yang dimintai nama dan email statusnya bukan lagi pengunjung, melainkan SUDAH membeli produk anda (customer) :
PENGUNJUNG –> WEBSITE (SALES LETTER) –> PENGUNJUNG MEMBELI –> OPT-IN –> PRODUK DIKIRIM
Nah yang menjadi pertanyaan sekarang adalah ada berapa macam list yang harus kita miliki?
Hehehehe… untuk posting kali ini, diterima dulu saja 2 list yang sudah saya berikan. Nantikan posting berikutnya mengenai list yang lain dan alasan mengapa kok kita susah – susah membuat list yang berbeda – beda. Oke? Stay tuned!


