Syarat utama untuk list model ini adalah anda harus punya produk sendiri. List ini tidak berlaku untuk Adsense Publisher, Affilate Marketer (orang yang menjualkan produk orang lain) ataupun jenis pekerjaan lainnya di internet yang produknya masih produk orang lain.
Jadi syarat mutlak-nya adalah (saya ulangi) ‘Anda Harus Punya Produk Sendiri’…!
Beberapa waktu yang lalu, saya sempat menyebarkan pertanyaan di YM ke beberapa teman untuk sekedar pooling, pertanyaannya yaitu ‘kalau anda beriklan di internet, apa sih yang anda iklankan?’
Jawabannya bervariasi, ada yang menjawab produk (entah ebook ataupun online store), opt-in page (supaya dapat subscribers), dan macam – macam jawaban lainnya.
Tapi kesimpulannya cuman 1 : kebanyakan dari kita beriklan di internet hanya untuk mencari customers / sales, betul?
Kalau sales-nya tidak datang – datang, maka mulai muncullah perasaan dan pemikiran bahwa internet marketing itu sulit dan akhirnya seiring dengan berjalannya waktu mulailah frustasi / stress.
** tanda – tanda internet marketer yang sudah masuk tahap frustasi yaitu berdoanya sudah tidak di kamar / tempat ibadah lagi, melainkan di depan laptop dan yang didoakan adalah website-nya supaya mendatangkan sales. hahahahaha….!
Lha terus bagaimana donk supaya tidak stress?
Anda jangan cuman cari Customer saja di internet, melainkan mulai sekarang juga mencari Affiliate yang nantinya membantu untuk menjualkan produk anda. That’s the key!
Nah, penyakitnya kebanyakan orang yang sudah punya produk adalah mereka cuma menitipkan produknya ke Affiliate Manager seperti Clickbank ataupun Click2Sell dan berharap ada orang yang melihat lalu kemudian tertarik untuk mempromosikan dan kembali berharap ada sales datang tiba – tiba.
Kerjanya cuman menitipkan produk, berharap… dan berharap… Ini bukan marketing namanya.
Sekarang saya ubah model dan konsepnya. Misalkan saja saya saya sekarang punya sebuah produk berupa ebook yang saya ‘titipkan’ ke Click2Sell untuk mengurus payment dan affiliate-nya sekalian. Sembari saya mengiklankan produk saya untuk mencari customers, saya juga menyiapkan sebuah opt-in page terpisah (masih domain yang sama) yang gunanya untuk meng-capture nama dan email dari orang – orang yang mau mendapatkan komisi dari setiap penjualan yang terjadi, alias jadi affiliate. Baru setelah itu saya redirect ke Click2Sell-nya untuk sign-up jadi affiliate.
Inilah yang saya sebut dengan membangun Affiliate List.
Lantas apa untungnya mengumpulkan nama dan email dari orang – orang yang mau jadi Affiliate?
Ya jelas making money will be much easier….!!
Affiliate List berbeda dengan Customer ataupun Prospect List. Kalau Customer dan Prospect List, anda harus menyajikan informasi seputar topik yang sama. Kalau ada customer produk bayi, lalu anda kirimkan email mengenai internet marketing maka anda akan dianggap SPAM.
Tapi kalau Affiliate List tidak akan peduli topik apa yang anda kirimkan, selama anda memberikan info kalau anda punya produk yang bisa memberikan komisi kepada mereka. Pendek kata, yang ada dibenak mereka cuma komisi… komisi… dan komisi… apapun produknya. Dengan catatan, di opt-in page anda sudah tertulis kalau anda akan memberikan informasi kalau nanti ada produk lainnya (tidak harus setopik).
Jadi nantinya kalau anda punya produk yang lain, anda tidak perlu susah payah untuk beriklan mulai dari nol untuk mencari customers, tapi anda tinggal kirim email ke para affiliate anda yang sudah menunggu dan bersemangat untuk menjualkan produk anda.
Pekerjaan anda jadi lebih mudah? Jelas donk…!
Ini baru list yang ketiga. Nantikan list selanjutnya, masih dalam seri ‘List Building In Detail’ ![]()


