Anda tahu lagu ini :
Dimalam yang sesunyi ini
Aku sendiri tiada yang menemani
Akhirnya kini ku sadari
Dia telah pergi tinggalkan diriku
Adakah semua kan terulang
Kisah cintaku yang seperti dulu
Hanya dirimu yang ku cinta dan ku kenang
Didalam hatiku takkan pernah hilang
Bayangan dirimu untuk selamanya
Mengapa terjadi kepada dirimu
Aku tak percaya kau telah tiada
Haruskah ku pergi tinggalkan dunia
Agar aku dapat berjumpa denganmu
Kalau masih belum dapat nadanya, lihat saja langsung videonya di Youtube.
Sudah tahu sekarang? Hehehehe…. Iya, ini memang salah satu lagu favorit saya sejak dibawakan oleh Chrisye dan kini dibawakan kembali dengan warna dan gaya baru oleh PeterPan. Judulnya ‘Kisah Cintaku’.
Tapi sayangnya saya tidak berniat menceritakan ‘kisah cintaku’ kepada anda sekalian di blog ini (Huuuuuu : penonton kecewa) melainkan kelanjutan dari seri list building yang sebelumnya (Yaaaaaaahhh : tambah mantap kecewanya, hahahaha).
Jenis list yang terakhir ini saya beri nama Fans List atau list yang berisi nama dan email para penggemar anda.
Dunia internet marketing sebenarnya tidak jauh berbeda dengan dunia music. Untuk menghasilkan uang, mereka (musisi) harus berkarya dengan menciptakan lagu – lagu yang membuat suasana hati bisa jadi mengingat – ingat kembali bagaimana serunya ‘nembak’ pacar pertama kali dan diterima on-the-spot atau malah teringat akan luka lama ketika diputus atau jadi korban perselingkuhan sang pacar. Hahahahaha….
Macem – macem deh… yang jelas bagi saya sebuah lagu bisa jadi sarana pengingat dimana saat itu saya berada dan ngapain saja pada waktu itu.
Kembali ke sisi bisnis. Anda pasti setuju dengan saya bahwa nama Chrisye dan PeterPan adalah nama – nama musisi besar tanah air ini. Setuju? Entah anda penggemarnya atau bukan, saya yakin minimal anda pernah dengar lagunya. Kalaupun anda bukan penggemarnya, juga tidak pernah mendengarkan lagunya, minimal anda pernah dengar saudara atau teman anda menyanyikannya di kamar mandi atau lihat posternya di DiscTarra.
Kalau bukan penggemar… tidak pernah dengar lagunya… tidak punya teman atau saudara yang kenal sama musisi tersebut… Anda ini sebenarnya tinggal dimana sih? Hahahahaha….!
Memang nama besar sebuah musisi pasti diiringi dengan jumlah penggemar yang dahsyat. Namun jumlah penggemar yang dahsyat tidak serta merta menghasilkan penjualan album yang fantastis pula. Misalnya saja jumlah penggemar PeterPan adalah 34 juta jiwa (kayak sensus aja), tapi apakah 34 juta orang tersebut semuanya beli album PeterPan?
Tidak mungkin…!
Yang namanya penggemar (bukan customer) adalah golongan orang – orang yang memang suka dengan idolanya, namun belum tentu mau mengeluarkan duit untuk membeli produknya. Mungkin senangnya meng-copy CD temannya, mendownload MP3-nya dari internet atau nonton video klipnya di YouTube. Tapi kalau ditanya oleh teman – temannya, mereka ini tetap mengaku bahwa menggemari idolanya tersebut. Bahkan dengan suka rela menyanyikan lagunya ini dengan suara ala kadarnya dimana – mana, yang saya yakin 100% tidak akan pernah lolos seleksi Indonesian Idol. Hahahaha… (pengalaman pribadi gue)
Fenomena fans ini tidak mungkin lepas di bisnis apapun. Termasuk bisnis internet marketing.
Lalu apa donk fungsinya para penggemar ini?
Penggemar itu bukan seperti usus buntu, dibuang pun tidak menyebabkan efek samping apa – apa. NO…! NOT LIKE THAT!!
Penggemar anda, sekalipun tidak menjadi customer anda, mereka adalah orang – orang yang menyukai anda dan karena menyukai anda kebanyakan dari mereka akan mereferensikan anda ketika ada teman – temannya menanyakan sesuatu yang berhubungan dengan bisnis anda.
Contohnya, si A ditanyai si B (temannya) siapa grub music favoritnya saat ini. Si A menjawab PeterPan. Si B yang sebelumnya cuma dengar gitu – gitu saja, kini jadi mulai terkena wabah PeterPan dan akhirnya menjadi penggemar (atau customer) juga. Inilah yang kemudian disebut dengan Viral Marketing.
Kalau si A bisa mengajak si B menjadi customer anda, maka anda adalah orang yang beruntung. Namun, kenyataannya tidak begitu. Kemungkinan malah si A mempengaruhi si B hingga sebatas jadi penggemar saja. Tidak sampai menjadi customer.
Sebagai seorang pebisnis, anda harus punya inovasi terhadap produk anda agar tetap dapat menghasilkan income. Katakanlah si A dan si B adalah penggemar anda, tapi tidak mau beli ‘album’ anda karena dinilai kemahalan. Maka anda bisa menciptakan produk versi lain yang jauh lebih terjangkau.
Inilah yang kemudian membawa industri music tanah air melirik NSP (Nada Sambung Pribadi) dan RBT (Ring Back Tone) sebagai channel lain untuk mendatangkan uang. Penggemar untung… Musisi untung… Operator untung… Industri rekaman juga untung… Semuanya jadi untung. Ini baru namanya bisnis!


